Micromatic Indonesia - 6 Tips Memilih Mesin Antrian Terbaik

Saat ini, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya kesehatan. Selain semakin gencarnya edukasi yang diberikan oleh pemerintah, masyarakat juga semakin mudah mendapatkan informasi tentang kesehatan di berbagai media elektronik. Puskesmas menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan yang paling banyak dikunjungi oleh pasien dibandingkan dengan klinik ataupun rumah sakit.

Terkadang jumlah pasien yang dilayani puskesmas jumlahnya sangat banyak, sehingga tak jarang juga terlihat antrian pasien yang mengular sampai ke luar puskesmas. Sebenarnya sudah ada solusi untuk mengatasi antrian pasien tersebut, salah satunya dengan menggunakan mesin antrian. Tetapi informasi cara penggunaan mesin antrian ini masih cukup jarang, atau terkadang tidak menjelaskan secara detail cara menggunakan mesin antrian di pelayanan kesehatan khususnya puskesmas.

Pada artikel ini, Micromatic Indonesia akan membagikan cara menggunakan mesin antrian standar yang biasa digunakan oleh puskesmas. Berikut penjelasannya:

Akan dijelaskan proses kerja mesin antrian terlebih dahulu, kemudian cara penggunaannya oleh pasien, dan terakhir cara penggunaan oleh dokter dan petugas kesehatan.

1. Proses Kerja Mesin Antrian Sederhana Di Puskesmas

 

  • Pasien yang datang akan mengambil tiket antrian sesuai dengan poli yang ingin dikunjungi (seperti poli umum, poli anak, poli lansia, atau poli lainnya).
  • Setelah mengambil tiket antrian, pasien menunggu panggilan di ruang tunggu yang sudah disediakan puskesmas.
  • Display TV/ display dot matrix akan memanggil dan memperlihatkan nomor antrian.
  • Setelah nomor antrian pasien dipanggil, pasien dapat menuju poli tersebut dan siap untuk dilayani.
Seperti itu proses penggunaan mesin antrian di puskesmas, memang cukup sederhana. Nah, berikut Micromatic jelaskan kembali lebih mendetail bagaimana pasien menggunakan mesin antriannya:

2. Cara Menggunakan Mesin Antrian Oleh Pasien

 

  • Pasien mengambil tiket antrian dengan cara menekan tombol pada mesin antrian, sesuai dengan poli yang akan dipilih. Biasanya tombol antrian ini dapat berupa tombol besi (stainless steel button) ataupun tombol layar sentuh (monitor touchscreen).
  • Setelah mendapatkan tiket antrian, pasien akan duduk untuk menunggu giliran antriannya dipanggil. Saat menunggu, pasien dapat mengetahui sisa antriannya pada tiket antrian dan juga pada display TV, untuk memprediksi berapa lama waktu menunggunya. Selain untuk mengetahui sisa antrian, monitor tv dapat juga digunakan untuk menampilkan profil puskesmas maupun video layanan kesehatan puskesmas agar pasien tidak terlalu jenuh dalam menunggu.
  • Saat nomor antriannya sudah dipanggil, pasien dapat langsung menuju poli yang diinginkan, dan memberikan tiket antrian di ruangan poli tersebut. Pada tahap ini, pasien sudah siap untuk dilayani.
 

Setelah mengetahui proses dan cara penggunaan mesin antrian oleh pasien, tentunya belum lengkap apabila tidak dijelaskan juga cara penggunaannya oleh petugas puskesmas. Di bawah ini, Micromatic jelaskan cara dokter maupun petugas kesehatan dalam menggunakan mesin antrian:

Petugas kesehatan akan lebih sering menggunakan tombol panggilan. Biasanya terdapat tiga jenis tombol panggilan, yaitu Handheld, Aplikasi Client, dan Wireless Switch.

3. Cara Menggunakan Mesin Antrian Oleh Dokter/ Petugas Kesehatan Puskesmas

 

  • Untuk pasien yang baru pertama kali mengunjungi puskesmas, petugas kesehatan akan mengarahkan pasien untuk memilih pelayanan kesehatan yang ingin dituju. Pada beberapa puskesmas, pasien diminta mengambil nomor antrian untuk pendaftaran terlebih dahulu.
  • Setelah pasien/ pengunjung mengambil tiket pada mesin antrian, petugas kesehatan atau dokter di poli yang kosong (sedang tidak ada pasien) dapat menekan tombol panggilan. Biasanya untuk tombol panggilan ini terdapat tiga jenis yaitu tipe handheld, aplikasi client, dan wireless switch.
  • Display TV akan secara otomatis memanggil nomor antrian yang tersedia untuk poli tersebut.
  • Apabila pasien tidak kunjung datang setelah dipanggil, petugas kesehatan atau dokter dapat memanggil ulang nomor antrian tersebut atau melewatinya. Khusus untuk tombol panggilan tipe handheld, dan aplikasi client, petugas kesehatan dapat memanggil nomor yang sudah terlewat atau memanggil nomor antrian tertentu (seperti memanggil pasien yang membutuhkan pelayanan secepat mungkin).
  • Setelah proses pengobatan selesai dilakukan, petugas kesehatan dan dokter dapat menekan tombol antrian kembali untuk melayani pasien berikutnya.

Seperti itulah proses hingga cara menggunakan mesin antrian sederhana di puskesmas, baik cara penggunaan oleh pasien sebagai pengunjung puskesmas, maupun penggunaan oleh dokter/ petugas kesehatan sebagai penyedia pelayanan kesehatan di puskesmas. Tentunya setiap produsen mesin antrian memiliki tipe dan spesifikasi mesin antrian yang berbeda. Tetapi secara umum sebagian besar proses dan cara menggunakannya hampir serupa untuk tipe sederhana.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Mesin Antrian Terbaik Untuk Instansi dan Perusahaan

Apabila Anda membutuhkan konsultasi mengenai mesin antrian yang sesuai dengan kebutuhan puskesmas atau lembaga kesehatan lainnya, Anda dapat menghubungi Micromatic Indonesia pada kontak di bawah atau kunjungi kantor Micromatic di: JL. Tubagus Ismail XVI no.7, Bandung.

Logo Antrian Micromatic

Oleh Micromatic